inetnews.co.id — Ketegangan militer antara Israel dan Iran kembali menjadi perhatian dunia setelah sebuah video serangan udara yang dirilis Israel menuai kontroversi.
Rekaman yang dipublikasikan pada Jumat (6/3/2026) tersebut memperlihatkan rudal presisi milik Israel menghantam objek yang diklaim sebagai helikopter Mi-17 milik Iran.
Dalam video itu, militer Israel menyebut telah berhasil menghancurkan salah satu aset udara penting milik Teheran. Ledakan terlihat tepat mengenai objek yang menyerupai helikopter di sebuah landasan.
Namun setelah rekaman tersebut dianalisis oleh sejumlah pengamat militer independen dan komunitas open-source intelligence (OSINT), muncul dugaan bahwa objek yang dihantam rudal tersebut kemungkinan bukan helikopter sungguhan.
Beberapa analis menilai target itu hanya lukisan tiga dimensi atau lukisan anamorfik yang dibuat di permukaan aspal, sehingga terlihat nyata jika dilihat dari sudut tertentu, terutama dari udara.
Kejanggalan terlihat dari baling-baling helikopter yang tidak bergerak sama sekali serta tidak tampaknya puing atau kerusakan struktural setelah ledakan terjadi.
Analis pertahanan independen, Patricia Marins, menyebut teknik lukisan anamorfik memang dapat menciptakan ilusi optik yang sangat realistis.
“Dari perspektif drone atau pesawat tempur, lukisan seperti ini bisa tampak sangat nyata. Bahkan sensor tertentu bisa terkecoh oleh kontras warna di permukaan,” tulisnya dalam unggahan di platform X.
Taktik semacam ini bukan hal baru dalam konflik modern. Beberapa pengamat menyebut Iran kemungkinan meniru strategi yang sebelumnya digunakan Rusia dalam perang di Ukraina.
Sejak 2023, militer Rusia dilaporkan menggunakan berbagai decoy visual, seperti lukisan pesawat tempur, sistem pertahanan udara, hingga kendaraan militer untuk menipu pengintaian satelit dan drone musuh.
Strategi tersebut bertujuan memancing serangan ke target palsu sehingga lawan menghabiskan rudal mahal tanpa mengenai aset militer sebenarnya.
Jika benar objek dalam video tersebut hanyalah lukisan, maka Iran dinilai berhasil menjalankan taktik perang asimetris yang murah namun efektif.
Seorang pengamat militer Timur Tengah menyebut satu rudal presisi bisa bernilai jutaan dolar, sehingga penggunaan umpan visual sederhana dapat menjadi cara efisien untuk menguras persenjataan lawan.
Di media sosial Iran, sejumlah pengguna bahkan menyebut insiden itu sebagai “kemenangan murah” bagi Teheran.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi independen yang memastikan apakah objek tersebut benar-benar hanya lukisan atau helikopter sungguhan.
Pihak militer Israel sendiri belum memberikan tanggapan terkait spekulasi tersebut dan hanya menegaskan bahwa operasi mereka tetap menargetkan aset militer yang dianggap mengancam keamanan negara.
Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam konflik modern, taktik sederhana seperti ilusi optik bisa memainkan peran penting di tengah persaingan teknologi militer yang semakin canggih.
Sementara itu, ketegangan antara Iran dan Israel masih terus meningkat, memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Editor : Amor/ID Mr
Follow Berita Inetnews.co.id di Tiktok






