inetnews.co.id. Kapolres Enrekang AKBP. Hari Budiyanto,SH.SIK,MH dalam agenda High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) mendukung positif Launching aplikasi Manajemen Sistem Informasi Digitalisasi Pajak dan Retribusi Daerah (MASIGAKI), di Pendopo Rujab Bupati Enrekang, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan launching dipimpin langsung Bupati Enrekang Yusuf Ritangga dan dihadiri unsur Forkopimda, Bank Indonesia, Bank Sulselbar, pimpinan OPD serta stakeholder terkait sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat implementasi transaksi non-tunai dan percepatan digitalisasi pelayanan publik di Kabupaten Enrekang.
Dalam forum tersebut, Pemda Enrekang menegaskan langkah transformasi sistem keuangan daerah menuju tata kelola modern, transparan, akuntabel dan terintegrasi melalui penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui aplikasi MASIGAKI.
“inovasi digital MASIGAKI dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan pajak dan retribusi daerah secara elektronik. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat kini dapat melakukan pendaftaran, pelaporan hingga pembayaran pajak secara mandiri dan lebih praktis,”Kata Bupati Yusuf Ritangnga
Selanjutnya Kapolres Enrekang AKBP. Hari Budiyanto,SH.SIK.MH menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif Pemda Enrekang dalam membangun sistem pelayanan publik berbasis digital.
Menurutnya, transformasi digital bukan hanya tentang kemajuan teknologi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan efisiensi birokrasi dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Polres Enrekang mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah daerah, khususnya dalam percepatan digitalisasi pelayanan dan penguatan tata kelola keuangan daerah yang transparan serta akuntabel. Ini merupakan langkah maju demi kemajuan Kabupaten Enrekang dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres Enrekang menegaskan bahwa sinergitas antara Polri, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder menjadi kunci penting dalam menciptakan stabilitas keamanan dan iklim pembangunan yang kondusif.
Implementasi transaksi non-tunai melalui TP2DD juga memiliki dampak positif dalam meminimalisir potensi kebocoran pendapatan daerah, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap sistem keuangan daerah.
Olehnya itu dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga perbankan dan seluruh elemen masyarakat.
“diharapkan percepatan digitalisasi daerah mampu menjadi motor penggerak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat transparansi keuangan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Enrekang.,”jelas Kapolres Enrekang.(mas)






