Home, Viral  

Viral Nabi Gadungan asal Ghana: Kiamat Gagal 25 Desember, Dalih “Ditunda Tuhan”

Viral Nabi Gadungan: Kiamat Gagal, Dalih “Ditunda Tuhan”
Tangkapan layar video nabi gadungan asal Ghana, Ebo Noah, saat memproklamirkan kiamat pada 25 Desember 2025 dan mengajak para pengikutnya untuk bersiap serta menuju bahtera yang diklaim sebagai sarana keselamatan. (Foto kolase).

inetnews.co.id — Ramalan kiamat yang disuarakan seorang nabi gadungan asal Ghana akhirnya runtuh oleh waktu.

Kiamat yang diklaim akan terjadi pada 25 Desember 2025 terbukti tidak terjadi, menegaskan kegagalan total klaim supranatural yang sempat viral di media sosial.

Alih-alih menyampaikan permintaan maaf atau mengakui kekeliruan, sosok tersebut justru kembali muncul dengan narasi baru, menyebut bahwa kiamat “ditunda oleh Tuhan.”

google.com, pub-5264003758213913, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Nabi gadungan itu dikenal publik dengan nama Ebo Jesus atau Ebo Noah, pria berusia sekitar 30 tahun yang dalam beberapa bulan terakhir menyita perhatian dunia maya. Ia mengaku menerima wahyu ilahi tentang banjir global dahsyat yang disebut akan menenggelamkan seluruh dunia.

Dalam berbagai unggahan videonya, Ebo Noah mengklaim hujan akan turun tanpa henti selama tiga tahun, mengulang kisah Banjir Besar Nabi Nuh sebagaimana tertulis dalam Kitab Kejadian.

BACA JUGA  KPMT Soroti Proses Hukum Rusman, Minta Propam dan Kompolnas Turun Tangan

“Aku telah diberi penglihatan tentang apa yang akan terjadi. Tuhan menunjukkan semuanya,” ucapnya dalam salah satu video yang viral.

Untuk menguatkan klaimnya, Ebo Noah bahkan membangun sebuah bahtera kayu yang disebut sebagai perintah langsung dari Tuhan.

Proyek tersebut dipamerkan secara masif melalui TikTok, YouTube, dan Instagram, meraup jutaan penonton—dari yang percaya, ragu, hingga terang-terangan mengecam.

Namun, bangunan yang diklaim sebagai bahtera keselamatan itu justru menuai kritik tajam. Ukurannya dinilai jauh dari deskripsi Bahtera Nuh dalam kitab suci yang disebut memiliki panjang lebih dari 500 kaki.

Tak hanya itu, bahtera tersebut juga tidak dilengkapi mesin, sistem navigasi, maupun struktur teknis yang memungkinkan bertahan dalam bencana berskala global.

“Ini lebih terlihat seperti properti konten ketimbang sarana penyelamatan,” tulis seorang warganet.

Ramalan Gagal, Alasan Diubah

Setelah tanggal 25 Desember 2025 berlalu tanpa tanda-tanda kiamat, Ebo Noah kembali mengunggah video klarifikasi. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa bencana yang diramalkan belum terjadi, namun menyalahkan perubahan keputusan Tuhan.

BACA JUGA  Wabup Enrekang Andi Tenri Liwang La Tinro Bukber Perdana Dalam Semangat Persaudaraan Membludak

“Tuhan memberi umat manusia waktu tambahan,” ujarnya.

Ia bahkan mengklaim mendapat perintah baru untuk memperluas bahtera, agar lebih banyak orang dapat diselamatkan.

Pernyataan tersebut memicu gelombang kritik baru. Banyak pihak menilai klaim itu sebagai revisi sepihak untuk menutupi kegagalan ramalan, sekaligus mencerminkan pola manipulatif dalam penyebaran klaim keagamaan palsu di media sosial.

Tetap Punya Pengikut, Risiko Penyesatan

Meski telah dicap sebagai nabi gadungan, Ebo Noah diketahui masih memiliki pengikut setia. Sebelumnya bahkan beredar laporan bahwa sejumlah orang mendatangi lokasi bahtera di Ghana setelah ia mengklaim hanya mereka yang berada di dalam bahtera yang akan selamat dari kiamat.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius terkait potensi penyesatan publik dan eksploitasi kepercayaan masyarakat demi popularitas atau keuntungan tertentu.

BACA JUGA  Kominfo Makassar Wujudkan Integrasi Layanan Digital Lewat SPLP dan Lontara Plus

Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah, peringatan resmi, maupun dukungan otoritas mana pun yang membenarkan klaim Ebo Noah.

Fakta yang tersisa hanyalah satu: ramalan kiamat gagal, sementara narasi sang nabi gadungan terus berubah mengikuti waktu.

Editor : Amor/ID Mr
Follow Berita : Inet News di TikTok