inetnews.co.id. Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga Dan Kapolres Enrekang AKBP. Hari Budiyanto serta forkopimda serta instansi terkait lainnya memberi atensi khusus terhadap stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.
Dengan suasana ekonomi masyarakat Enrekang saat ini tertekan rendah serta mendatangi pasar tradisional Sentral Enrekang yang terus sepi pembeli dengan suasana ekonomi masyarakat Enrekang saat ini tertekan rendah.
Seperti biasa dalam kesempatan tersebut lapak jualan pedagang seperti bahan pokok (sembako) ,telur termasuk sayuran segar dihampiri dan kecenderungan harga naik menjelang ramadhan tak luput menjadi perbincangan bersama pedagang yang rata rata mengalami kenaikan harga tapi susah pembeli alias sepi.
Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga menjelaskan, pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok penting bagi masyarakat agar tetap aman menjelang meningkatnya kebutuhan selama Ramadhan.
“pemantauan pasar ini merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah bersama Forkopimda untuk tetap memantau ketersedian pangan, pergerakan harga sekaligus memastikan tidak terjadi penimbunan barang maupun lonjakan harga yang tidak wajar,”kata Bupati Yusuf Ritangnga (12/2/2026).
Selanjutnya Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto,SH.SIK.MH yang mendampingi bersama jajarannya mengatakan, keadaan harga berubah ubah dari pihak kepolisian Enrekang siap mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting di pasaran.
Jajarannya akan melakukan pengawasan distribusi sembako serta menindak jika ditemukan praktik penimbunan dan permainan harga.
“Kepolisian akan menjamin ketersedian bapokting dalam tersedia stabil, tidak ada kendala distribusi , atau penimbunan logistik bahan pokok, kita menyadari di setiap mendekati bulan Ramadan, kecenderungannya ada potensi harga meningkat, sehingga kemudian itu
harga dipasaran lebih stabil terjangkau masyarakat,”kata AKBP. Hari Budiyanto.
Gejolak harga pangan bukan disaat jelang ramadhan 1447 Hijriyah dikeluhkan masyarakat justru oleh kalangan petani sendiri mengalami penurunan harga signifikan sehingga banyak hasil produksi pertanian cenderung ditimbun menunggu harga dicapai break even poin. Produksi petani yang menanam saat ini berkurang.
Tampak turut mendampingi rombongan kadis ketahanan pangan, Kadisnakin,unsur Dinas Pertanian, Ka Sat pol PP dan Kapolsek Enrekang. (mas)









