inetnews.co.id — Kasus dugaan korupsi Anggaran Rumah Tangga (ART) DPRD Tana Toraja (Tator) terus menimbulkan tanda tanya besar.
Hingga kini, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) masih sebatas menyebutnya dalam tahap penyelidikan, tanpa kejelasan lanjutan.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Soetarmi, bahkan memunculkan kebingungan publik setelah memberi pernyataan berbeda.
Sebelumnya ia mengatakan puluhan saksi telah diperiksa, namun kemudian justru membantahnya dan menyebut bahwa baru sebatas klarifikasi.
“Tidak ada yang diperiksa, baru klarifikasi saja,” ujarnya singkat, Rabu (17/9/2025).
Ketika ditanya rentang tahun penggunaan anggaran yang tengah diperiksa, Soetarmi enggan memberi jawaban pasti.
Publik pun bertanya-tanya, apakah dugaan korupsi ini terkait anggaran sejak 2017, atau justru lebih sempit, dari 2019–2024.
Keraguan makin menguat karena desakan masyarakat sipil tidak kunjung dijawab dengan tindakan nyata.
Beberapa kali mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum Sulsel (GMPH-Sulsel) turun ke jalan, menuding Kejati Sulsel tidak serius dan cenderung “mengulur waktu” dalam menangani kasus yang menyangkut uang rakyat ini.
Selain mahasiswa, sejumlah aktivis hukum juga menekan agar Kejati memanggil para mantan pimpinan DPRD Tana Toraja periode sebelumnya, termasuk Ketua dan Wakil Ketua DPRD, untuk dimintai keterangan.
Desakan ini lahir karena publik menilai kasus dugaan korupsi tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan pejabat inti.
Di sisi lain, kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum makin dipertaruhkan. Apalagi, tekanan publik ini muncul di saat Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya memerangi korupsi dalam pidato resminya.
Pesan itu jelas: negara tidak boleh lagi kompromi terhadap penyalahgunaan kekuasaan.
Kini, sorotan tajam mengarah ke Kejati Sulsel. Mampukah lembaga hukum ini menunjukkan integritas dan keseriusannya, atau justru membiarkan kasus dugaan korupsi ART DPRD Tana Toraja menjadi “bola panas” yang berlarut-larut tanpa kepastian?






