inetnews.co.id — Mata publik Kabupaten Gowa Senin kemarin (11/5) mayoritas tertuju ke kantor DPRD Gowa.
Sebuah Rapat Dengar Pendapat menjadi maghnetnya.
RDP digelar atas usulan beberapa lembaga terkait laporan beberapa issu, antara lain penghentian beasiswa atas nama Risqilah, Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam dan Pelanggaran Etik.
Untuk merespon aspirasi masyarakat tersebut, RDP pun berlangsung di bawah pengawalan ketat ratusan aparat Kepolisian.
RDP yang digelar dan diliput bahkan direkam oleh puluhan awak media yang hadir.
Dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Hasrul Abdul Rajab, proses RDP berjalan lancar.
Persoalan penghentian dana beasiswa untuk Resqillah ketika dipertanyakan oleh beberapa aktivis dan beberapa anggota DPRD langsung dijawab oleh Taufik Mursyad Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.
Kadisdik Gowa awalnya menegaskan persoalan ini sudah berjalan di ranah hukum, yakni sudah berproses di Pengadilan.
” Sementara bergulir di Pengadilan dan tidak tepat disampaikan terkait teknis yang dimaksud,” ungkap Kadisdik
Namun, Kasim Sila salah satu anggota DPRD Kabupaten Gowa mendesak Kadisdik untuk menjawab siapa pihak yang memerintahkan dana beasiswa siswa dihentikan tanpa mempertanyakan dasar dari pemberhentian pencairan bea siswa dihentikan.
“Penghentian anggaran bea siswa untuk yang bersangkutan dilakukan atas perintah pimpinan,” ungkap Taufik Mursyad.
Sementara ketika persoalan dugaan asusila yang ditujukan kepada Bupati Gowa, harapan publik Gowa untuk mendapatkan bukti atas dugaan tersebut tidak dapat diserahkan.
Asriani Dg Siang salah satu wartawan yang hadir meliput saat RDP digelar menuturkan, pihak LSM atau media yang memberitakan akan dugaan kasus asusila terhadap Bupati Gowa tidak memiliki bukti.
Suasana RDP hanya berupa desakan ke parlemen Gowa untuk menindaklanjuti dugaan asusila sebagai yang dimaksud.
” Anggota DPRD Gowa yang hadir dalam RDP juga ternyata tidak memiliki bukti awal akan dugaan kasus perselingkuhan Bupati Gowa, akhirnya rapat terkait kasus asusila terkesan bias malah makin tidak jelas, harapan publik untuk mengetahui apakah pihak pelapor ke DPRD menyerahkan bukti akan dugaan tersebut ternyata tidak ada, ” Ungkap Asriani Dg Siang.
Pada sisi lain, ketika proses RDP digelar, di luar gedung DPRD Gowa juga berlangsung aksi dengan tuntutan yang bersangkutan yang berbeda.
Massa yang mengatasnamakan solidaritas mahasiswa sempat mengalami insiden ketika massa tandingan menyerang para pendemo namun berhasil diamankan oleh petugas.(*)






