Home  

Genosida Israel di Gaza, 61.700 Warga Gugur, Mayoritas Anak dan Wanita

Genosida Israel di Gaza, 61.700 Warga Gugur, Mayoritas Anak dan Wanita
Bangunan kota Gaza hancur luluh lantah usai diserang Zionis Israel (ist/net)

inetnews.co.id — Gelombang genosida yang dilakukan militer Zionis Israel laknatullah kembali melanda Jalur Gaza.

Serangan udara dan artileri yang semakin brutal menghantam permukiman padat penduduk, menewaskan sedikitnya 61.700 warga sipil. Mayoritas korban adalah anak-anak dan wanita, menjadikannya salah satu tragedi kemanusiaan terburuk abad ini.

Data terbaru Kantor Berita WAFA pada Kamis (14/8/2025) mengungkapkan, agresi Israel telah memicu krisis kemanusiaan terdalam sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023.

google.com, pub-5264003758213913, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Korban luka mencapai 154.906 orang, dan ribuan di antaranya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Upaya evakuasi hampir mustahil dilakukan karena gempuran udara dan tembakan artileri tidak pernah berhenti. Dalam 24 jam terakhir saja, 54 warga gugur dan 831 lainnya terluka akibat serangan membabi buta tersebut.

BACA JUGA  Serangan Israel Tewaskan Warga Sipil dan Ribuan Bayi di Gaza

Sejak pelanggaran gencatan senjata pada 18 Maret lalu, korban jiwa bertambah 10.251 orang, sementara korban luka mencapai 42.865 orang.

Rumah sakit di Gaza juga melaporkan empat kematian akibat kelaparan dalam sehari terakhir, sehingga total korban kelaparan kini menjadi 239 jiwa, termasuk 106 anak-anak.

“Banyak pasien kami meninggal bukan karena luka perang, tapi karena kelaparan dan kekurangan obat-obatan,” ujar salah satu dokter RS Al-Shifa.

Penderitaan Warga Gaza Kian Parah

Penderitaan warga Gaza semakin tak tertahankan. Banyak keluarga terpaksa mengungsi ke wilayah selatan tanpa tujuan jelas, hanya untuk menghindari bom berikutnya.

BACA JUGA  STIE Pelita Buana Wisuda 160 Sarjana

“Lebih baik mati di rumah sendiri daripada terus mengungsi tanpa arah,” tutur seorang ibu kepada Aljazeera.

Kesaksian serupa datang dari para janda, anak-anak yatim, dan keluarga tahanan politik Palestina yang kini tak memiliki tempat aman untuk berlindung. Mereka mendesak dunia internasional memberikan perlindungan nyata, bukan sekadar kecaman diplomatis.

Pengamat menilai pola serangan Israel saat ini mengindikasikan rencana pendudukan kembali Gaza.

Jika agresi ini berlanjut, konsekuensi kemanusiaannya akan jauh lebih mengerikan bagi jutaan warga Palestina yang telah hidup dalam 22 bulan pengungsian, kelaparan, dan pertumpahan darah.

Meski dunia mengecam, aksi nyata untuk menghentikan pembantaian ini masih minim. Situasi di Gaza terus memburuk, dan setiap menit yang berlalu berarti nyawa baru yang melayang.

BACA JUGA  Rudy Tanoe Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Bansos, Rugikan Negara Rp200 Miliar

Editor : ID Mr

Follow BeritaInet News  diTik Tok