inetnews.co.id — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Takalar justru mencatat lonjakan signifikan di sektor pendidikan. Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan melonjak tajam, menempatkan Takalar sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Sulawesi Selatan.
Capaian ini mengemuka dalam kegiatan On Air Pa’biritta yang digelar Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2026), yang disiarkan melalui kanal resmi mereka.
Dalam forum tersebut, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan bahwa perubahan di sektor pendidikan tidak bisa lagi dilakukan dengan pola lama. Ia mendorong pendekatan tegas berbasis data, dengan kepala sekolah sebagai motor utama perubahan.
“Perubahan harus dimulai dari kepala sekolah. Mereka tidak boleh lagi hanya bergantung pada operator. Kepala sekolah harus memahami data sekolahnya sendiri dan menjadikannya dasar dalam mengambil keputusan,” tegas Daeng Manye.
Firdaus bahkan menerapkan pendekatan “shock therapy” untuk mempercepat perubahan, dengan fokus utama pada dampak nyata bagi siswa, bukan sekadar administrasi.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Harus ada keberanian untuk membongkar kelemahan secara terbuka, lalu diperbaiki secara sistematis. Fokus kita bukan administrasi, tapi dampak langsung ke siswa,” lanjutnya.
Seluruh kebijakan pendidikan di Takalar kini berbasis Rapor Pendidikan yang terintegrasi dengan perencanaan anggaran. Pemerintah juga memperkuat pembinaan melalui Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah, dengan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
“Ini bukan sekadar program, tapi gerakan perubahan. Kita ingin sekolah menjadi ruang refleksi dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Takalar, Rifany, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja konsisten seluruh pihak.
Indeks SPM pendidikan Takalar melonjak dari 16,64 pada 2025 menjadi kisaran 65,01 hingga 81,65 pada 2026, sekaligus mengangkat status daerah dari kategori Tuntas Muda menjadi Tuntas Madya.
“Peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Kabupaten Takalar bukanlah sesuatu yang instan, tetapi merupakan hasil dari upaya yang dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu,” kata Rifany.
Menurutnya, keberhasilan ini ditopang oleh berbagai strategi konkret, mulai dari kewajiban kepala sekolah memahami Rapor Pendidikan, perjanjian kinerja, hingga intervensi terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS).
“Seluruh jajaran, dari dinas hingga kepala sekolah, memiliki tanggung jawab yang jelas dalam pemenuhan SPM pendidikan,” jelasnya.
Pemkab juga menggencarkan pelatihan guru, membentuk komunitas belajar di 10 kecamatan, serta memperkuat pendidikan nonformal berbasis keterampilan hidup.
Kolaborasi lintas sektor turut diperkuat, termasuk dengan Dukcapil, Dinas Sosial, dan PMD dalam validasi data. Sementara itu, pembinaan karakter dilakukan melalui program Polisi Masuk Sekolah dan Jaksa Masuk Sekolah.
“Evaluasi dilakukan secara rutin dengan pendekatan identifikasi, refleksi, dan pembenahan berkelanjutan,” tambahnya.
Bupati Firdaus menegaskan, capaian ini bukan akhir, melainkan awal dari standar baru pendidikan di Takalar.
“Kita tidak boleh puas. Ini pijakan untuk melompat lebih jauh,” pungkasnya.
Editor : ID Mr
Follow Berita Inetnews.co.id di Tiktok





