Home  

Dibalik Sesi Wawancara Berjalan Lancar, Peserta Keluhkan Prilaku Nyontek Saat Uji Materi

inetnews.co.id Seleksi tahap wawancara sebanyak 16 peserta seleksi Komisioner BAZNAS Enrekang berlangsung di ruang komputer UPT SMPN I Enrekang dengan pengawasan dari tenaga Kemenag dan Setda Enrekang.

Dalam perbincangan bersama sejumlah peserta wawancara yang telah menyelesaikan sesi wawancara cukup beragam pengetahuan tentang nilai nilai zakat yang diterima peserta.

“Wawancara ini dominan berisikan tentang seputar pengetahuan dan pemahaman asnaf zakat bahkan termasuk suasana kekinian tentang kinerja BAZNAS Enrekang dan pola pengembangan kedepan bagi manfaat para Muzakki yang berdaya guna,”ujar peserta identitasnya minta dirahasiakan.

Dalam tes wawancara seleksi yang digelar, beberapa nama menjadi tim antaranya dari Ka Kemenag Enrekang Prof.H. Jamaruddin, Ketua MUI Enrekang Dr. Amir Mustafa dan Plt.Sekda Enrekang Dr. Zulkarnain K.

BACA JUGA  DPRD Gowa Sidak Pabrik Rokok 'Ilegal', 4 Merk Rokok Ditemukan Tak Sesuai Pita Cukai

Panitia dari kantor Kemenag Ibnu menyebutkan diantara tim Wawancara ka Kemenag Enrekang masuk penguji wawancara.”Pak prof salah satu penguji wawancara,” ujar Ibnu dari Kemenag Enrekang (11/5/2026)

Dikatakan Ibnu hasil penilaian dari sesi makalah,tes materi dan wawancara akan menyaring 10 besar dinyatakan lolos seleksi untuk dipilih 5 calon terbaik oleh BAZNAS pusat.

“dari jadwal yang ada , untuk mengetahui 5 besar akan diumumkan pada 18 Mei 2026,”ungkap Wisnu.

Tak hanya itu riak riak keluhan peserta seleksi terhadap pengawasan pansel yang diduga terjadi pembiaran terhadap oknum peserta saat ujian materi yang membawa kedalam ruang ujian buku contekan.

BACA JUGA  Om Joni Soroti Dugaan Intimidasi Media oleh RSUP dr. Tadjuddin Chalid Makassar

Faktanya disaat ujian materi peserta dengan tidak fair berbuat leluasa membuka buka diktat Zakat alias nyontek untuk menjawab pertanyaan yang disajikan secara online.

“kami dilarang menyontek buku diktat, tapi ada peserta yang berani berbuat curang juga dengan menyontek jawaban dari buku baznas, hasil nilainya tinggi (angka nilai disebutkan), saya jauh lebih rendah,”kecewa peserta yang identitasnya dikantongi wartawan.

Bahkan ungkapan dari seorang peserta ditengah penjelasan peluang lolos yang dimiliki setelah masuk 10 besar tidak terlalu yakin.

“Tidak yakin berdasar hasil nilai murni nilai seleksi,” akunya (demi kredibilitas identitas sumber dirahasiakan)

Lanjutnya, usulan nama masuk 10 besar, sampai ke pusat akan ditentukan 5 nama setelah sinkron dengan rekomendasi kepala daerah ,itu yang akan muncul.(mas)