inetnews.co.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar mendesak pengusutan tuntas terhadap dugaan praktik pengoplosan BBM jenis Pertamax yang terjadi di Sulawesi Selatan.
HMI menuding Pertamina Regional VII mengetahui kegunaan manipulasi kualitas BBM, namun memilih untuk diam.
Dalam aksi unjuk rasa yang digelar pada Senin (10/3/2025), HMI menuntut audit menyeluruh terhadap petinggi Pertamina di Sulsel, khususnya Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional VII.
Koordinator lapangan, Alwi Agus , dalam orasinya menegaskan bahwa dugaan mafia BBM ini tidak bisa dibiarkan.
“Kami mencurigai adanya keterlibatan pihak Pertamina Regional VII dalam memuluskan praktik pengoplosan ini. Seharusnya mereka mengawasi, bukan malah membiarkan penyimpangan ini berlangsung bertahun-tahun,” tegasnya.

Kasus pengoplosan BBM ini terungkap setelah terbongkarnya megakorupsi di salah satu anak perusahaan Pertamina dengan total kerugian negara mencapai Rp1.937 triliun sejak 2018.
HMI memperkirakan praktik serupa terjadi di Sulawesi Selatan dan berpotensi memperbesar kerugian negara.
HMI Cabang Makassar menetapkan tiga tuntutan utama dalam aksi ini:
1. Boikot Pertamina hingga seluruh pelaku pengoplosan BBM diusut tuntas.
2. Audit Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional VII Sulsel untuk mengungkap dugaan keterlibatan pejabat internal.
3. Usut jaringan mafia BBM di Sulsel yang diduga telah merugikan negara dan masyarakat dalam jumlah besar.
HMI menegaskan akan terus mengawali kasus ini dan mengancam tindakan lanjutan jika tidak ada langkah konkret dari pihak yang berwenang untuk menindak mafia BBM dan pejabat yang terlibat.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina Regional VII belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan HMI.
Editor: Id Mr
Follow Berita Inetnews.co.id di Google News