Home  

Pasca Gencatan Senjata Runtuh, Serangan Israel di Gaza Tewaskan Wanita dan Anak-anak

Pasca Gencatan Senjata Runtuh, Serangan Israel di Gaza Tewaskan Wanita dan Anak-anak
Tampak Puing- puing Bangunan yang Hancur akibat Serangan Udara Israel di Gaza. (Ist)

inetnews.co.id — Kepanikan kembali menyelimuti Jalur Gaza. Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan militer Israel sejak Selasa malam hingga Rabu pagi (28–29/10/2025) menewaskan sedikitnya 104 warga Palestina, termasuk 46 anak-anak dan belasan perempuan.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan, gempuran yang berlangsung selama hampir 12 jam tanpa henti itu juga menyebabkan 253 orang lainnya luka-luka.

Ledakan mengguncang hampir seluruh wilayah, dari Gaza Utara hingga Rafah di selatan, meninggalkan puing-puing bangunan dan jeritan warga yang mencari anggota keluarga di antara reruntuhan.

google.com, pub-5264003758213913, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Serangan kali ini menjadi yang paling mematikan sejak diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober lalu, yang sebelumnya dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai upaya menciptakan jeda kemanusiaan.

BACA JUGA  Perjanjian Sah, Prabowo–Trump Sepakati Transfer Data WNI ke AS

Namun, gencatan senjata itu kini runtuh total. Dalam waktu singkat, Israel menuduh Hamas melanggar perjanjian dengan menyerang pos pasukan di Rafah.

Sebagai balasan, Israel meluncurkan lebih dari 30 serangan udara di berbagai titik di seluruh Gaza.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim bahwa operasi tersebut menargetkan pusat komando dan infrastruktur militer Hamas.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda: korban terbanyak justru perempuan dan anak-anak yang tak bersenjata.

Sementara itu, Hamas membantah keras tuduhan telah melancarkan serangan dari wilayah Rafah.

Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa Rafah merupakan zona merah yang bebas aktivitas militer, dan menuding Israel sengaja menggunakan tuduhan palsu untuk melanjutkan agresi ke wilayah padat penduduk tersebut.

BACA JUGA  Gelar Perkara di Polres Maros Dituding Cacat, Budiman S Desak Polda Ambil Alih

Sejak awal perang pada 7 Oktober 2023, data otoritas Palestina mencatat sedikitnya 68.643 warga Gaza tewas dan 170.655 lainnya luka-luka akibat operasi militer Israel.

Serangan terbaru ini menambah daftar panjang penderitaan warga sipil Gaza yang terus menjadi korban di tengah konflik tanpa ujung dan tekanan kemanusiaan yang semakin berat.

Editor : Amor/ID Mr
Follow Berita : Inet News di TikTok

BACA JUGA  Meningkatkan Derajat Kesehatan, Puskesmas Samata Hadirkan Layanan Gratis di Gowa