Komisi D DPRD Makassar Desak DPPA Aktif Cegah Perilaku Menyimpang di Sekolah

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham

inetnews.co.id — Komisi D DPRD Kota Makassar meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) untuk lebih aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, usai Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I Anggaran 2026 bersama DPPA Kota Makassar, Kamis (02/04/2026).

Ari mengungkapkan, langkah tersebut penting dilakukan menyusul maraknya isu-isu perilaku menyimpang yang mulai muncul di lingkungan sekolah.

“Jadi memang kami minta DPPA ini banyak berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Kalau perlu, di setiap upacara sekolah diumumkan terkait bahayanya, kemudian bagaimana cara pencegahannya secara serentak di semua sekolah,” ujarnya.

BACA JUGA  Program Polisi Goes to Campus, Kapolrestabes Makassar Sambangi Kampus UIN Alauddin

Ia menilai, lingkungan sekolah menjadi salah satu titik rawan yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya perlindungan anak.

Menurutnya, berbagai bentuk relasi yang tidak sehat, baik antar sesama pelajar maupun antara guru dan murid, harus diantisipasi sejak dini melalui edukasi yang tepat.

“Yang paling penting bagaimana siswa ini memahami cara menjaga dirinya. Anak-anak ini kadang belum paham, sehingga rentan terhadap berbagai bentuk penyimpangan maupun tindakan predator,” jelasnya.

Ari juga menyoroti minimnya anggaran yang dimiliki DPPA dalam menjalankan program sosialisasi. Meski begitu, ia mengapresiasi rencana DPPA untuk tetap melakukan edukasi melalui media sederhana.

BACA JUGA  Pimpin Apel Pagi, Sekwan DPRD Makassar Andi Rahmat Tekankan Kinerja dan Komitmen

“Memang kemarin dari DPPA mengakui keterbatasan anggaran, tetapi mereka berencana membuat selebaran yang akan disampaikan ke sekolah-sekolah. Nantinya dibacakan oleh kepala sekolah saat upacara, sehingga semua siswa, guru, dan wali kelas bisa mendengarkan,” katanya.

Ia berharap, langkah tersebut dapat menjadi solusi awal untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak di lingkungan pendidikan terkait pentingnya menjaga diri dan mencegah perilaku yang tidak sesuai.

“Dengan sosialisasi yang massif, kita harap anak-anak bisa lebih memahami dan lebih waspada, sehingga bisa melindungi diri mereka dari potensi bahaya,” tutupnya.

BACA JUGA  Hardiknas 2026, Andi Jaka: Pentingnya Perlindungan Guru dan Anak Putus Sekolah di Indonesia

 

 

Editor : ID Mr
Follow Berita Inetnews.co.id di Tiktok