Kadis Kominfo Dampingi Wali Kota Makassar Paparkan Inovasi LONTARA+ di Top Digital Awards 2025

Kadis Kominfo Dampingi Wali Kota Makassar Paparkan Inovasi LONTARA+ di Top Digital Awards 2025
Kadis Kominfo Makassar. Muhammad Room (kanan) Mendampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat Memaparkan Inovasi LONTARA+ lewat Virtual pada ajang Top Digital Awards 2025, di Kantor Balai Kota, Senin.(3/11/2025)

inetnews.co.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya menghadirkan layanan publik yang mudah, cepat, terintegrasi dan bagi seluruh warga.

Melalui inovasi unggulannya, LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar) , Kominfo Makassar kini menjadi ujung tombak transformasi digital di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin .

Inovasi digital tersebut kembali mendapat perhatian nasional setelah Pemkot Makassar mengikuti ajang Top Digital Awards 2025 , ajang bergengsi untuk instansi yang sukses menerapkan sistem digital dalam pelayanan publik.

Dalam sesi wawancara penjurian tingkat nasional yang digelar secara virtual, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Kepala Dinas Kominfo Makassar, Dr. Muhammad Roem , memaparkan keunggulan dan dampak nyata dari Makassar Super Apps LONTARA+ terhadap peningkatan pelayanan publik.

“LONTARA+ adalah wujud nyata sinergi teknologi dan pelayanan publik. Kami membangun satu sistem yang mengintegrasikan lebih dari 350 aplikasi SKPD ke dalam satu platform terpadu,” ujar Munafri dalam presentasinya.

BACA JUGA  Kolaborasi Internasional, Dosen STIBA Makassar Berjaya di Jurnal Ilmiah Scopus
Makassar Unjuk Gigi! Aplikasi LONTARA+ Masuk Penjurian Top Digital Awards 2025
Wali Kota Makassar. Munafri Arifuddin sedang Wawancara Penjurian Tingkat Nasional yang digelar oleh IT Works secara virtual, Senin (3/11/2025) petang.

Menurutnya, nama LONTARA+ tidak hanya mewakili inovasi digital, tetapi juga mengandung makna historis dan filosofis yang kuat.

Lontara merupakan aksara klasik Makassar yang telah digunakan sejak abad ke-16—simbol kecerdasan dan peradaban masyarakat Makassar.

Kini, Kominfo Makassar memastikan pengembangan LONTARA+ versi 2.0 telah mampu menjawab kebutuhan warga dengan berbagai fitur yang langsung terhubung dengan dinas terkait.

Mulai dari aduan masyarakat, administrasi kependudukan, perizinan usaha, bantuan sosial, pendidikan, hingga pengaduan infrastruktur—semua dalam satu aplikasi.

Kepala Dinas Kominfo Makassar, Dr. Muhammad Roem , menjelaskan bahwa transformasi digital ini merupakan langkah besar menuju sistem pemerintahan yang efisien, transparan, dan akuntabel.

“Lewat LONTARA+, semua laporan dan aduan warga langsung diterima oleh SKPD terkait dan bisa dipantau secara real time. Ini memperkuat transparansi dan mempercepat respon pemerintah,” ujarnya.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Jadi Sorotan di ASCC 2025, Kolaborasi Asia Menguat

Berdasarkan data Dinas Kominfo Makassar, sejak diluncurkan pada Juli hingga Oktober 2025, tercatat 820 aduan warga masuk ke sistem LONTARA+, dengan 746 aduan telah ditindaklanjuti , 71 masih dalam proses , dan 3 dalam status tertunda .

Data tersebut menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat melalui teknologi digital yang efektif dan terbuka.

“Kami ingin membangun sistem yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga transparan serta bisa mencegah potensi pungutan pembohong,” tambah Munafri.

Lebih jauh lagi, Wali Kota Makassar menyatakan bahwa Kominfo Makassar akan terus memperluas jangkauan aplikasi LONTARA+, mencakup layanan pariwisata, kesehatan, transportasi, kebencanaan, hingga sistem tiket stadion.

Inovasi ini, kata Munafri, akan menjadikan Makassar sebagai kota digital yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada kebutuhan warga .

BACA JUGA  Makassar Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Regional KAHMI se-Sulawesi 2025

“LONTARA+ bukan sekedar aplikasi, tapi simbol perubahan. Pemerintah hadir untuk melayani warga secara cepat, jujur, dan tanpa izin berbelit,” tegasnya.

Dengan keberhasilan ini, Kominfo Makassar menegaskan komitmennya menjadi motor penggerak digitalisasi pemerintahan dan pelayanan publik menuju Makassar Smart City 2026.

Editor : ID Mr
Follow Berita : Inet News di TikTok