Global  

Dunia di Ujung Krisis! Konflik Iran–Israel Picu Ancaman Ekonomi Global

Ilustrasi - risiko kebangkrutan negara akibat konflik di Timur Tengah

inetnews.co.id — Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

Ketegangan di kawasan penghasil energi dunia tersebut berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dan gas yang dampaknya dapat menjalar ke berbagai negara, terutama negara yang bergantung pada impor energi.

Sejumlah analis ekonomi internasional menyebut dampak konflik tidak akan dirasakan secara merata. Negara dengan ketergantungan impor energi tinggi, utang luar negeri besar, serta kondisi fiskal yang lemah dinilai menjadi kelompok paling berisiko mengalami krisis ekonomi.

“Lonjakan harga energi biasanya paling memukul negara dengan utang besar dan ketergantungan impor minyak tinggi,” kata seorang analis ekonomi global dalam laporan ekonomi internasional.

Beberapa negara bahkan disebut berpotensi mengalami krisis keuangan serius hingga risiko gagal bayar utang jika harga energi terus meningkat dalam waktu lama.

BACA JUGA  Konflik Timur Tengah Memanas, AS–Israel Serang Iran Guncang Ledakan Teheran

Negara-negara yang dinilai paling rentan antara lain Sri Lanka, Pakistan, Mesir, Turki, dan India. Negara-negara tersebut memiliki kombinasi masalah seperti utang besar, impor energi tinggi, inflasi, serta cadangan devisa yang terbatas.

Selain itu, negara maju juga tidak sepenuhnya aman dari dampak krisis energi. Negara industri seperti Jerman, Italia, dan Inggris dinilai rentan terhadap lonjakan harga energi karena sektor industri dan listrik sangat bergantung pada gas dan minyak.

Sementara di Asia, Jepang juga termasuk negara yang sensitif terhadap konflik Timur Tengah karena sebagian besar impor minyaknya berasal dari kawasan tersebut dan melewati jalur Selat Hormuz.

Negara-negara kawasan Teluk seperti Kuwait, Qatar, dan Bahrain juga menghadapi risiko jika jalur ekspor energi terganggu akibat konflik.

BACA JUGA  Serangan Mematikan Iran! Fattah-2 Menghujam Israel, Ratusan Tentara AS Diklaim Tumbang

Gangguan distribusi minyak dapat menghambat ekspor dan menekan pendapatan negara, meskipun harga minyak dunia naik.

Para ekonom memperingatkan bahwa jika konflik di Timur Tengah mengganggu pasokan energi global dalam waktu lama, dampaknya bisa memicu inflasi global, pelemahan mata uang di negara berkembang, hingga krisis utang.

“Jika harga minyak melonjak dan bertahan tinggi, beberapa negara berkembang bisa menghadapi krisis fiskal dan risiko gagal bayar utang,” ujar seorang ekonom internasional.

Daftar Negara yang Berpotensi Bangkrut

Beberapa negara yang dinilai paling berisiko mengalami krisis ekonomi berat antara lain:

Sri Lanka
Pakistan
Mesir
Turki
India
Jepang
Italia
Inggris
Jerman

Negara-negara tersebut dinilai rentan karena kombinasi utang besar, ketergantungan impor energi, inflasi, serta kondisi ekonomi yang belum stabil.

BACA JUGA  Rumor Netanyahu Tewas Dirudal Iran Viral, Israel Belum Beri Klarifikasi

Jika konflik Timur Tengah berlangsung lama dan harga energi terus melonjak, krisis ekonomi global berpotensi terjadi dan dapat menyeret sejumlah negara ke dalam krisis keuangan serius bahkan kebangkrutan.

 

 

 

Editor : Amor/ID
Follow Berita Inetnews.co.id di Tiktok