inetnews.co.id — Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI mulai mendapat perhatian luas masyarakat.
Program ini digadang-gadang menjadi solusi nyata bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa biaya.
Hal tersebut dibahas dalam Talkshow “Takalar Menyapa” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Takalar dengan menghadirkan Kepala SRMP 31 Takalar sebagai narasumber utama, Kamis.(7/6/2026)
Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2025. Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan yang layak, setara, dan berkelanjutan.
Pemerintah pusat juga telah menetapkan 53 titik Sekolah Rakyat di sejumlah daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, mulai dari Nusa Tenggara Timur, Papua, Kalimantan hingga Jawa Timur.
Berbeda dengan sekolah umum, Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama. Seluruh siswa akan mendapatkan fasilitas lengkap secara gratis, mulai dari tempat tinggal, konsumsi, seragam, perlengkapan belajar hingga pendampingan penuh dari tenaga pendidik.
Kepala SRMP 31 Takalar menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup siswa.
“Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan kesempatan pendidikan berkualitas kepada masyarakat kurang mampu agar mereka memiliki masa depan lebih baik dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujarnya.
Pemerintah bahkan mengalokasikan anggaran hingga Rp100 miliar untuk setiap sekolah guna mendukung pembangunan infrastruktur, operasional pendidikan, serta kebutuhan siswa dan tenaga pengajar.
Selain pembelajaran akademik, siswa juga akan dibekali keterampilan vokasi dan pelatihan soft skill seperti kepemimpinan, kerja sama tim, hingga manajemen waktu. Pemerintah turut menggandeng perguruan tinggi dan dunia industri untuk mendukung pembinaan siswa setelah lulus.
Proses penerimaan siswa juga dilakukan secara selektif agar program benar-benar tepat sasaran. Calon siswa diwajibkan terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat pada desil 1 dan desil 2 atau kelompok ekonomi terbawah.
Melalui Talkshow “Takalar Menyapa”, Diskominfo Takalar berharap masyarakat semakin memahami manfaat Program Sekolah Rakyat sebagai langkah nyata pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis yang berkualitas dan berkelanjutan.
Editor : ID Mr
Follow Berita Inetnews.co.id di Tiktok






