Home  

Pemimpin Tertinggi Iran Gugur, Serangan AS–Israel dalam Operasi Militer

Sejumlah warga Iran membawa poster bergambar Ali Khamenei sebagai bentuk dukungan sekaligus duka atas kabar meninggalnya pemimpin tertinggi mereka (Foto AFP/Ahmad Al-Rubaye)

inetnews.co.id — Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara besar yang disebut sebagai operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Serangan tersebut diklaim menghantam kompleks kediaman Khamenei di Teheran dan langsung memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan target utama operasi memang diarahkan kepada pimpinan tertinggi Iran. Ia menegaskan sistem intelijen dan teknologi militer AS memungkinkan pelacakan presisi terhadap pergerakan pejabat tinggi Iran.

Trump juga menyebut sejumlah tokoh senior Iran turut menjadi korban dalam operasi tersebut.

Di sisi lain, siaran televisi nasional Iran mengabarkan wafatnya Khamenei dalam suasana duka mendalam. Penyiar terlihat menahan tangis saat membacakan pengumuman resmi, sementara pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

BACA JUGA  Gedung Bola Soba di Bone Terbengkalai, Hukum Diduga Tersandera Kepentingan

Namun hingga kini, sejumlah pejabat di Teheran masih berhati-hati dalam merinci kronologi lengkap serangan tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya memberi isyarat bahwa operasi militer terhadap Iran telah mengenai sasaran penting. Ia menyatakan fasilitas yang diduga menjadi tempat tinggal Khamenei telah dihancurkan dan “semua indikasi” menunjukkan target utama tidak lagi hidup.

Khamenei memimpin Iran sejak 1989 menggantikan Ruhollah Khomeini. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjadi figur paling berpengaruh dalam struktur politik dan militer Republik Islam.

Di bawah kepemimpinannya, Iran memperkuat Korps Garda Revolusi (IRGC) dan memperluas pengaruh regional melalui jaringan sekutu di berbagai negara Timur Tengah.

BACA JUGA  Dunia di Ambang Kiamat Nuklir, AS–Rusia Buntu Soal Sepakati Perjanjian New START

Latar belakangnya sebagai presiden pada masa perang Iran–Irak membentuk sikap keras terhadap Barat, khususnya terhadap Amerika Serikat. Ia mendorong konsep “ekonomi perlawanan” untuk menghadapi sanksi internasional serta memperkuat posisi Iran dalam poros kekuatan regional.

Jika kabar kematian Khamenei terkonfirmasi sepenuhnya, peristiwa ini berpotensi menjadi titik balik paling besar bagi Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Selain membuka kemungkinan perubahan arah politik domestik, kejadian ini juga berisiko memperbesar konflik terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel — dua negara yang selama ini berada di ambang konfrontasi langsung.

Dunia kini menanti kepastian resmi dan perkembangan berikutnya, di tengah kekhawatiran bahwa krisis ini dapat meluas menjadi konflik regional yang lebih besar.

BACA JUGA  Bobby Nasution Disorot, Pengamat: KPK Tak Berani Sentuh Keluarga Jokowi

Editor : Amor/ID Mr
Follow Berita: Inet News di TikTok