inetnews.co.id — Aksi blokade (tutup) jalan nasional di depan Kantor Bupati Bantaeng yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut kini menimbulkan keresahan luas.
Penutupan total akses jalan membuat arus kendaraan dari dan menuju Kabupaten Bantaeng lumpuh total, sehingga memicu gelombang keluhan dari pengguna jalan dan warga sekitar.
Seorang pengendara asal Bulukumba, Andi Irfan, mengaku geram atas aksi yang dinilainya sudah keterlaluan.
“Saya hargai perjuangan demonstran yang ingin menyuarakan hak rakyat. Tapi menutup jalan nasional sampai berhari-hari begini jelas merugikan banyak pihak,” ujarnya dengan nada kesal.
Keluhan serupa datang dari Sofyan, sopir angkutan dari arah Makassar. Ia mengaku kesabarannya hampir habis menghadapi aksi blokade yang tak kunjung berhenti.
“Kesabaran kami ada batasnya, Pak. Kalau begini terus, jangan salahkan kalau kami terobos paksa,” tegasnya.
Selain terganggunya mobilitas, Sofyan juga menyoroti dampak ekonomi akibat terhentinya aktivitas transportasi.
“Mobil ini saya kredit, Pak. Kalau tidak jalan berhari-hari, dari mana saya dapat uang untuk bayar cicilan?” keluhnya.
Masyarakat kini mendesak aparat kepolisian bersama pemerintah daerah untuk segera turun tangan menertibkan massa aksi.
Mereka khawatir, jika situasi dibiarkan berlarut (tutup) jalan, potensi bentrokan antara pengguna jalan dan kelompok demonstran semakin sulit dihindari.
Editor : Akb/ID Mr
Follow Berita Inet News di TikTok







