Tatkala Merasakan Udara Segar Bali Tetap Kagumi Pesona Alam Enrekang

inetnews.co.id. Perjalanan hidup di masa muda adalah fase emas untuk belajar, membangun fondasi keterampilan dan pengalaman melalui kerja keras serta eksplorasi, agar memberi pengalaman positif, hidup dijalani dengan bijak dan bermanfaat sekecil apapun.

Sepenggal catatan perjalanan sekaligus pertanyaan menyertai tatkala menimba pengalaman setelah dari kampung sendiri (Enrekang) melangkah menengok destinasi wisata di kampung I Gusti Ngurai Rai.

Menurut Galang Tanriaksha, Hidup berhemat dan menyisihkan setiap rupiah dari kebutuhan untuk ditabung dan itu recehan 2000 dilakukan sejak SMP yang ditanamkan pada siswa oleh sekolah.

Lalu mencoba hal baru dengan udara segar ditempat lain tanpa residu kimiawi.

“sebagai putra daerah ya tetap bangga kekayaan panorama alam Enrekang, menjelajahi panorama wisata alam di daerah kita sendiri lebih memberi makna kedekatan emosional sebagai putra daerah ya bangga,sebagian berhawa sejuk,ada
hamparan permadani bawang merah,”aku Galang Tanriaksha (11/1/2026)

Galang Tanriaksha menyebut dalam pandanga pribadinya untuk mengenal destinasi wisata alam harus dikelola profesional seperti di Pulau Dewata (Bali).

Alasannya tak lain demi membentuk karakter, mengajarkan keindahan, ketenangan serta rasa syukur pada sang pencipta, yang kelak kenangan itu bisa berefek pada masyarakat luas menjadi kenangan indah dan sumber kekuatan promosi bagi daerah.

Dari situlah proses melihat lingkungan kita di daerah Enrekang yang potensinya indah dan daerah lain telah mempererat ikatan emosional dengan alam dan diri sendiri lebih lestari kedepannya tapi potensi itu belum terkelola profesional.

“Jadi ibaratnya mendatangi destinasi wisata pulau dewata ini menginspirasi penghargaan terhadap kehidupan dan lingkungan yang bisa kita bangun lebih baik,terjaga dan bersahabat untuk daerah kita,”katanya.

Lebih jauh menurut Galang, tentunya dari pengalaman di alam yang dikelola seperti destinasi wisata alam,pantai atau karya karya pendahulu kita itu meninggalkan pesan yang bisa menumbuhkan adaptasi dan apresiasi.

“Seperti momen sederhana seperti peninggalan leluhur, senja di gunung Nona atau udara segar desa itu bisa menanamkan ketenangan dan makna hidup yang dijalani lebih sehat , kita bangun daerah lebih semangat,” ucapnya.(mas)