Aliyah Mustika Ilham: Lurah Harus Punya Empati dan Hadir di Tengah Masyarakat

Aliyah Mustika Ilham: Lurah Harus Punya Empati dan Hadir di Tengah Masyarakat
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menjadi narasumber utama dalam kegiatan Retret Lurah lingkup Pemerintah Kota Makassar Tahun 2025 yang digelar di Hotel Celebes, Malino, Kabupaten Gowa , Jumat (10/10/2025).

inetnews.co.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham , menjadi narasumber utama dalam kegiatan Retret Lurah lingkup Pemerintah Kota Makassar Tahun 2025 yang digelar di Hotel Celebes, Malino, Kabupaten Gowa , Jumat (10/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh lurah se-Kota Makassar , serta pejabat kecamatan dan unsur pembina kelurahan. Tujuannya untuk memperkuat semangat kepemimpinan, membangun solidaritas, dan menumbuhkan nilai-nilai integritas dalam pelayanan publik di tingkat kelurahan.

Dalam pemaparannya, Aliyah Mustika Ilham menekankan pentingnya pemimpin yang humanis, adaptif, dan berjiwa mengabdi , terutama di tengah dinamika sosial masyarakat perkotaan yang semakin kompleks.

“Menjadi lurah bukan sekedar jabatan administratif, tetapi juga ujian moral dan tanggung jawab sosial. Masyarakat kini menilai pemimpin bukan dari jabatan, tetapi dari ketulusan dan kehadirannya di tengah warga,” ujar Aliyah Mustika Ilham di hadapan para peserta retret.

BACA JUGA  SK Wali Kota Nomor 800.1.3.3.1589-2025, Daftar Lengkap Nama-Nama Lurah Baru Makassar

Aliyah menambahkan, seorang lurah harus mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat , bukan hanya pelaksana tugas birokratis.

Aliyah Mustika Ilham: Lurah Harus Punya Empati dan Hadir di Tengah Masyarakat
Aliyah Mustika Ilham ditengah para Lurah se-Kota Makassar saat menggelar Reatret Lurah 2025 yang di Hotel Celebes, Malino, Kabupaten Gowa , Jumat (10/10/).

Ia menekankan pentingnya pendekatan “kepemimpinan dengan empati” , yaitu gaya kepemimpinan yang berangkat dari kepedulian terhadap perasaan dan aspirasi warga.

“Lurah harus bisa mendengarkan, merasakan, dan memahami apa yang dirasakan masyarakat. Dari situ lahirlah kebijakan yang tepat sasaran dan pelayanan yang berkeadilan,” jelasnya.

Selain berbicara tentang kepemimpinan, Aliyah juga menyoroti peran kolaboratif antar-lurah dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menuju Makassar yang tangguh, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik yang humanis .

Retret Lurah Pemkot Makassar 2025 ini juga menjadi momentum introspeksi bagi aparatur pemerintahan tingkat kelurahan. Melalui sesi refleksi dan dialog bersama narasumber, peserta diharapkan dapat memperkuat etos kerja, integritas, dan solidaritas antar-lurah .

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Makassar menyebutkan, kegiatan ini digagas untuk memberikan ruang pembelajaran dan penyegaran bagi lurah setelah satu tahun menjalankan berbagai program prioritas Pemkot.

“Dengan kehadiran Ibu Wakil Wali Kota sebagai narasumber, kami ingin menginspirasi para lurah agar terus menjaga semangat mengabdi dan menjadi teladan bagi warganya,” ujarnya.

Di sesi akhir, Aliyah Mustika Ilham mengajak seluruh peserta untuk memperkuat nilai kekeluargaan dan kolaborasi lintas wilayah , mengingat tantangan perkotaan seperti kebersihan, penataan lingkungan, dan pelayanan sosial membutuhkan kerja sama antar-lurah.

BACA JUGA  Puluhan Tahun PSU Mandek, Pemkot Makassar Warning Keras GMTD

“Tidak ada keberhasilan individu dalam birokrasi. Semua keberhasilan adalah hasil kerja sama. Oleh karena itu, mari kita bangun sinergi agar Makassar menjadi kota yang lebih tertib, ramah, dan sejahtera,” tutup Aliyah.

Editor : Hms/ID Mr
Follow Berita: Inet News di TikTok