Daerah  

Satreskrim Polres Enrekang Terjun Ke Mitra SPPG Baroko, Chek Dugaan Keracunan 17 Siswa SD Baroko

inetnews.co.id. Merebaknya kasus keracunan dari kuliner MBG yang dialami siswa SD Baroko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang (Sulsel) mulai membuat was was kalangan masyarakat akan banyak peristiwa serupa di berbagai daerah.

Kasus keracunan yang menimpa 17 orang siswa tersebut untuk sementara sedang dilakukan penyelidikan Satreskrim Polres Enrekang dipimpin Kasat reskrim AKP. Herman,SH dengan mendatangi Tempat kejadian perkara.

Antaranya 15 siswa SD 195 Buntu Ampang Baroko dan 2 siswa SD 120 Baroko mengalami keluhan sakit setelah mengonsumsi makanan dari Program Makanan Bergizi (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gugus (SPPG) Baroko.

Para siswa mengalami gejala sakit perut, mual, dan pusing setelah makan terindikasi gejala keracunan makanan, sehingga sebagian di antaranya dirawat di Puskesmas Baroko.

BACA JUGA  Kajari Enrekang Lantik Kasi Datun Dan 3 Ka Subsi

Polres Enrekang melalui Unit III Tipidter Sat Reskrim dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP. Herman S.H., telah melakukan penyelidikan dan mengambil sampel makanan untuk diuji di Laboratorium BPOM Makassar.

“Satreskrim polres Enrekang bergerak cepat mendatangi TKP dengan meminta keterangan pada orang tua dan petugas Puskesmas Baroko yang menangani diduga korban keracunan MBG para siswa sudah mendapat pertolongan oleh tenaga kesehatan,”ujar Kasat reskrim AKP. Herman,SH (2/4/2026).

Dijelaskan AKP.Herman,SH tim reskrim telah melakukan langkah langkah prosedural dalam mendalami kasus keracunan kuliner MBG yang untuk sementara diduga dari makanan yang disajikan.

Untuk sampel penyelidikan menu yang dihidangkan pada para siswa atas dugaan ini termasuk gejala keracunan yang ditimbulkan dijadikan bahan kajian melalui uji Laboratorium.

“Tujuan uji laboratorium adalah untuk memastikan apakah makanan tersebut layak dikonsumsi atau tidak,”jelasnya.

BACA JUGA  drg. Saipul Sapa Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Enrekang 2024-2029, Wakili Dapil 2

Juga penelusuran sari total sekitar 1.850 siswa penerima manfaat MBG di Kecamatan Baroko saat diketahui 17 siswa yang melaporkan keluhan kesehatan indikasi diduga keracunan setelah mengkomsumsi makanan dari MBG.

“Sementara ribuan penerima lainnya tidak mengalami gejala serupa, tapi akan terus ditelusuri perkembangannya, sambil menunggu hasil sampel uji Lab,”kata AKP. Herman,SH.

Untuk meredam kekecewaan serta kekhawatiran masyarakat atas kasus serupa keracunan yang mulai melanda SPPG di kabupaten Enrekang bahkan kini sudah ada 7 SPPG diluar SPPG Baroko dinilai bermasalah di daerah ini.

Dari informasi dan pernyataan Salah seorang sumber SPPG Baroko melakukan klarifikasi atas peristiwa terjadinya keracunan massal siswa akibat program MBG di 2 SD di wilayah kecamatan Baroko tersebut.

BACA JUGA  Ketahuan Curang, Takaran Dikurangi, SPBU Rama 47-90703 di Barru Disegel

“hingga saat ini belum ada bukti menu MBG menjadi penyebab utama kejadian tersebut karena penyebabnya masih dalam proses penelusuran,” ulasnya.

Masih terkait masyarakat Enrekang merespon positif keberadaan MBG ditutup, kurang memberi manfaat dan menimbulkan harga sembako di pasar lokal melonjak.(mas)