inetnews.co.id — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli) serta gratifikasi.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan akuntabel.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menuturkan bahwa pihaknya terus membangun budaya kerja profesional yang berlandaskan nilai-nilai integritas di seluruh lini organisasi.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik tanpa embel-embel. Tidak ada ruang bagi pungli dan gratifikasi di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Makassar,” tegas Rheza, Jumat (17/10/2025).
Lebih lanjut, Rheza menjelaskan bahwa Dishub Makassar kini membuka saluran pelaporan bagi masyarakat yang menemukan indikasi praktik pungli atau gratifikasi, baik melalui tautan digital maupun kode QR yang telah disediakan di berbagai titik pelayanan.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang bersih dan transparan. Bila menemukan dugaan pungli atau gratifikasi, segera laporkan. Identitas pelapor akan kami lindungi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Makassar, Andi Tenri Lengka, pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang jujur dan tanggung jawab.
“Pelayanan yang bersih akan menciptakan kepercayaan masyarakat. Kota Makassar akan semakin tertib bila semua ASN bekerja dengan tulus dan tanpa pamrih,” katanya.
Melalui kampanye bertajuk “Berintegritas, Bebas Pungli dan Bebas Gratifikasi” , Dishub Makassar menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung reformasi birokrasi dan mewujudkan pelayanan publik berkelas dunia .
Inisiatif ini juga sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin untuk memperkuat sistem pemerintahan yang bersih dan profesional.
Editor : ID Mr
Follow Berita: Inet News di TikTok







