Iklan
Viral  

Usai Viral Pamer Insentif Rp6 Juta dan Joget, Pengelola SPPG Minta Maaf

Pengelola SPPG, Hendrik Irawan menyampaikan permohonan maaf usai video joget dan polemik insentif Rp6 juta per hari viral di media sosial

inetnews.co.id — Viralnya video pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berjoget di dapur operasional sambil membahas insentif Rp6 juta per hari berbuntut panjang.

Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mengambil tindakan tegas dengan memberikan teguran keras hingga membekukan sementara operasional dapur MBG tersebut.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa izin operasional SPPG di wilayah Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat yang dikelola Hendrik Irawan untuk sementara dihentikan setelah dilakukan evaluasi dan inspeksi langsung di lokasi.

Menurut Nanik, keputusan suspend tidak hanya dipicu oleh video viral yang menuai polemik di media sosial, tetapi juga karena ditemukan sejumlah pelanggaran teknis di dapur produksi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari hasil inspeksi mendadak, tim BGN menemukan bahwa tata letak dapur tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Selain itu, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga dinilai tidak memenuhi standar yang seharusnya diterapkan dalam dapur produksi makanan untuk program pemerintah.

BGN menilai pelanggaran tersebut cukup serius karena berkaitan langsung dengan standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan makanan yang akan dikonsumsi oleh anak-anak sebagai penerima manfaat program MBG.

Nanik juga menegaskan bahwa program MBG merupakan program negara yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia, sehingga para mitra diminta untuk bekerja secara profesional dan tidak menjadikan program tersebut sekadar ajang bisnis atau konten media sosial.

Sementara itu, Hendrik Irawan melalui media sosialnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, Badan Gizi Nasional, serta Presiden Prabowo Subianto atas kegaduhan yang terjadi akibat video joget dan polemik insentif Rp6 juta per hari yang menjadi perbincangan publik.

Ia menjelaskan bahwa dana Rp6 juta per hari yang ramai dibicarakan bukan berasal dari anggaran makan anak-anak, melainkan merupakan bentuk penggantian investasi pribadi yang ia keluarkan untuk membangun dapur SPPG dari nol.

Hendrik mengaku telah menginvestasikan dana pribadi sekitar Rp3,5 miliar untuk membangun fasilitas dapur di atas lahan hampir 1.000 meter persegi.

Menurutnya, insentif harian tersebut merupakan skema pengembalian investasi selama program berjalan dan hingga kini ia mengaku masih belum mencapai titik balik modal.

Terkait video joget yang viral, ia mengakui kesalahannya dan menyatakan tidak memiliki niat merendahkan program pemerintah maupun masyarakat. Ia berjanji akan lebih profesional dalam menjalankan program MBG ke depan.

Untuk membuktikan komitmennya, Hendrik bahkan mengundang masyarakat dan netizen untuk datang langsung ke dapur SPPG pada 27 Maret 2026 dalam acara makan gratis dan demo memasak menu MBG dengan harga Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi, sebagai bentuk transparansi kualitas makanan yang diproduksi.

Ia juga menyatakan siap mundur dari program MBG apabila terbukti kualitas makanan yang diproduksi tidak sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

 

 

Editor : Amor/ID
Follow Berita Inetnews.co.id di Tiktok