banner 728x250
Metro  

Oknum Ekspedisi di Makassar Serang Balik, Dugaan Skandal Istri dan ASN Dibongkar

Bukti chat mesra yang diduga antara EK, istri oknum ekspedisi, dengan oknum ASN. (Dok. IK, oknum karyawan ekspedisi)

inetnews.co.id — Kasus dugaan perselingkuhan antara oknum karyawan ekspedisi dan wanita bercadar di Makassar kian memanas.

Sebelumnya, istri sah IK, berinisial EK, membongkar dugaan perselingkuhan suaminya dan viral di media sosial.

Kini sang suami IK menyampaikan klarifikasi, membuka sisi cerita yang selama ini belum tersampaikan ke publik.

Klarifikasi itu disampaikan IK kepada wartawan, Sabtu (28/3/2026), usai sejumlah platform media sosial ramai membahas peristiwa tersebut.

IK menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar kejadian tunggal, melainkan bagian dari dinamika rumah tangga yang telah berlangsung cukup panjang dan kompleks.

“Menurut saya, penting bagi publik untuk memahami persoalan ini secara utuh dan tidak hanya dari satu sudut pandang. Saya berusaha tetap tenang dan mengedepankan pertimbangan sebagai seorang suami dan ayah dalam menyikapi situasi ini,” ujar IK dengan nada tegas, dikutip dari matanusantara.co.id.

IK mengungkapkan bahwa masalah dalam rumah tangganya mulai dirasakannya sejak tahun 2021.

Pada periode itu, IK menemukan adanya komunikasi yang menurut penilaiannya tidak wajar antara istrinya dengan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) berinisial AR yang berdinas di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

“Saya menyampaikan hal ini berdasarkan apa yang saya alami. Pada tahun 2021, saya menemukan adanya komunikasi yang menurut saya tidak wajar antara istri saya dengan seorang oknum ASN berinisial AR yang berdinas di Kabupaten Soppeng. Namun saat itu, saya memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan,” jelas IK.

BACA JUGA  Tim Survei dan Verifikasi Bidang Organisasi Pengkot Perbakin Makassar Tinjau Lapbak BKSC

Meski telah diselesaikan secara internal, IK menyebut dinamika tersebut tidak sepenuhnya mereda.

IK mengaku masih menemukan pola komunikasi yang menurutnya tidak tepat, meskipun dilakukan lebih tertutup, sehingga perlahan menjadi tekanan emosional dalam rumah tangga.

“Setelah itu, saya melihat masih ada pola komunikasi yang menurut saya tidak tepat, meskipun dilakukan dengan cara yang lebih tertutup. Hal ini tentu menjadi beban tersendiri bagi saya sebagai pasangan,” tambahnya.

Situasi tersebut kembali muncul pada tahun 2025, seiring meningkatnya mobilitas pekerjaan sang istri ke luar kota. Dalam kondisi itu, IK mengaku kembali menemukan adanya komunikasi dengan pihak yang sama.

“Situasi kembali saya rasakan pada tahun 2025, ketika istri saya mulai bekerja dan memiliki aktivitas ke luar kota. Dalam kondisi tersebut, saya kembali menemukan adanya komunikasi dengan pihak yang sama,” ujarnya.

Di tengah polemik yang terus berkembang, IK juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak-pihak yang terdampak, termasuk keluarga dan lingkungan kerjanya.

BACA JUGA  Kapolsek Biringkanaya Dilaporkan ke Propam, Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

“Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anak saya, keluarga, dan pihak tempat saya bekerja. Situasi ini tentu tidak mudah, dan saya menyadari adanya dampak yang ditimbulkan,” tuturnya.

Lebih jauh, IK membantah sejumlah tudingan negatif yang beredar, menegaskan bahwa tidak semua informasi mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa beberapa tudingan yang beredar tidak sepenuhnya benar. Saya berharap publik dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tidak langsung mengambil kesimpulan tanpa memahami konteks yang sebenarnya,” tegas IK.

Di sisi lain, Istri sah EK memberikan bantahan secara tegas terhadap tudingan yang diarahkan kepadanya. EK menekankan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan menolak narasi sepihak.

“Itu tidak benar sama sekali, disini siapa yang korban yah? Dia (IK) cuma cari alibi supaya dipercaya orang-orang. Saya bisa tuntut balik lho kalau sampai fitnah,” tegas EK melalui pesan WhatsApp, Sabtu (28/3/2026).

EK juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya narasi sepihak dan lebih berhati-hati dalam menilai suatu peristiwa.

“Ia gpp mungkin bukan saya, saya cuman mau bilang hati-hati sama laki-laki yang playing victim. Dia (IK) yang berulah dia yang sok jadi korban. Kalau sudah kedapatan yah akui saja, dan laki-laki seperti itu tidak pantas dipertahankan,” tutup EK.

BACA JUGA  Setahun MULIA, Fondasi Makassar Inklusif dan Berkelanjutan Mulai Terlihat

Perbedaan pernyataan kedua pihak ini menunjukkan adanya perspektif berbeda atas peristiwa yang sama.

Pasangan ini sama-sama mengaku memiliki bukti; IK menyebut telah mengamankan chat yang menjadi dasar klarifikasinya.

Meski begitu, laporan istri sah telah disampaikan ke Polrestabes Makassar terkait dugaan perselingkuhan dengan wanita bercadar.

Proses hukum terkait dugaan perselingkuhan ini masih berlangsung, dan publik diminta tidak membuat spekulasi atau menyebarkan kabar yang belum diverifikasi.

Kedua belah pihak diharapkan menyerahkan penyelesaian masalah sepenuhnya kepada aparat berwenang agar keadilan dapat ditegakkan.

 

 

Editor : Amor/ID
Follow Berita Inetnews.co.id di Tiktok