LKPJ 2021 Dewan Tagih Hutang Pihak Ketiga Dan Capaian PAD Rendah

LKPJ 2021 Dewan Tagih Hutang Pihak Ketiga Dan Capaian PAD Rendah

Inetnews, Pembicaraan dan penyerahan kembali tahap II antara legislatif dan eksekutif terkait LKPJ APBD Tahun 2021.

Mewakili Bupati Enrekang selaku eksekutif untuk menerima penyerahan kembali dihadiri Wakil Bupati Asman, SE. Rapat paripurna dipimpin ketua DPRD Muh. Idris Sadik berupa penyampaian pendapat dari para fraksi dengan jumlah dewan mengisi daftar hadir sebanyak 24 orang.

“Kami menyadari selama pembahasan secara konsisten antaranya sistem pengendalian interen atas tindak lanjut BPK RI jadi atensi pembahasan laporan hasil kajian dewan (Pansus) terhadap LKPJ 2021,”kata Muh.Idris Sadik (29/7-22).

 Juri bicara fraksi Gerindra Karama saat bacakan pandangan fraksi Gerindra di depan pariputna LKPJ 2021

Selanjutnya dibacakan di depan pariputna hasil kesimpulan pansus dewan LKPJ oleh waket I Ikrar Eran Batu dihadiri segenap unsur pimpinan waket II And.Rahman Zulkatnain dan forkopimda Kajari Slamet Haryanto, Kapolres AKBP Arief D. Suryawan, Dandim 1419 Letkol.Inf Arie Sutanto.

Dalam paparan pengantar kesimpulan atas kinerja rancangan pertangung jawaban APBD 2021 masih menguat soal capaian realisasi PAD rendah serta pembayaran piutang pada pihak ketiga yang terus membengkak.

Dalam sesi pertama sebanyak tiga Fraksi berkesempatan menyampaikan pandangannya. Fraksi Gerindra dibacakan Karama, mengacu pada beberapa rekomendasi tindak-lanjut temuan BPK RI.

Dikatakan Karama, dari rekomendasi BPK RI hendaknya mendapat atensi dari eksekutif untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya. Dari rekomendasi itu supaya eksekutif untuk diselesaikan tahun ini.

Persoalan yang masih belum solusinya yakni terkait realiasi kegiatan belanja APBD 2021 belum maksimal, realisasi pendapatan (PAD) yang tak tercapai hanya sekitar 40 persen,dan hutang belanja pada pihak ketiga yang makin besar, dan distribusi ASN agar sesuai analisis jabatan, juga dana Silva.

“dan jika masalah ini tidak dituntaskan sampai akhir masa jabatan bupati Enrekang (2023) akan menjadi beban pemerintah selanjutnya,*Jelas Karama (19/7-22) legislator PPP yang gabung dengan fraksi Gerindra.

Fraksi PKS dibacakan Andi Gaswan, diawal pandanhan apresiasi perolehan WTP 2021 agar senantiasa jadi pemacu akselerasi pembangunan.

Namun begitu fraksi PKS menilai dan memberi koreksi atas sejumlah kegiatan proyek yang pengawasannya masih lemah,juga soal kualitas infrastruktur termasuk kinerja perencanaan sampai pelaksanaan dimaksimalkan.

Pula disinggung oleh fraksi PKS, yakni kelola aset daerah yang belum dimaksimalkan seperti aset vila Bambapuang, lemahnya koordinasi pelayanan kesehatan dari Dinkes dan puskesmas.

“Pandangan fraksi PKS untuk lebih mengoptimalkan kualitas proyek infrastruktur dan penguatan perancangan serta lebih mampu mengkoordinasikan dengan cermat pelayanan dinas kesehatan termasuk pada puskesmas,”jelas Gaswan.

Fraksi Golkar, Hendri dalam pendapat akhir kinerja sektor keuangan daerah menjadi sorotan. Dari keseluruhan pada fraksi atas rancangan perda LKPJ 2021 bersikap setuju dan menerima.

Jawaban eksekutif (Wabup Asman) atas pandangan ketujuh fraksi terhadap LKPJ 2021 dijelaskan, bahwa apa yang menjadi masukan pada eksekutif tidak terjebak pada persoalan formalitas dan hanya selesai pada saat paripurna semata.

“Tapi catatan itu akan berlanjut dalam rapat rapat kerja untuk menindak lanjuti setiap catatan dewan yang muncul,”ucap Wabup Asman.(mas)

 

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video