Kasat Res Enrekang Bantah,Unit PPA Diisukan Lambat Proses Hukum Kasus Pelecehan Siswi oleh Guru BK
Nasional

Kasat Res Enrekang Bantah,Unit PPA Diisukan Lambat Proses Hukum Kasus Pelecehan Siswi oleh Guru BK

inetnews.co.id, ENREKANG, Penanganan dugaan kasus pelecehan yang dilakukan guru BK terhadap Siswi kelas I SMPN 2 Enrekang setelah beberapa pekan pelaku dilaporkan dan ditangkap sampai kini terus bergulir di Unit PPA Satreskrim Polres Enrekang.

Pelaku selaku guru BK berinisial M sempat ditahan dan akhirnya dilakukan penangguhan penahanan oleh satreskrim polres Enrekang sehingga kasus inipun dinilai keluarga korban JN tidak diungkap secara serius.

“Kasus ini pihak keluarga keberatan, dan tidak ada jalan damai untuk perkara kasus ini yang terus diupayakan oleh kepolisian sehingga sampai hari ini tak ada kemajuan yang berarti terhadap oknum guru M,”ujar Fauzy mewakili keluarga korban (27/01/24).

Dugaan kasus pelecehan oknum guru BK diterangkan Fauzy kejadiannya terjadi di sekolah sekitar akhir Agustus tahun 2023, tetapi nanti terungkap diakhir November 2023 atas pengakuan dari Korban JN. Dan kasus inipun termonitor sampai di tingkat Dinas pendidikan dan kebudayaan Enrekang.

Dijelaskan Fauzy, setelah dugaan kasus itu dilaporkan pada bulan itu juga sampai saat ini kasus ini masih belum juga dilimpahkan ke Kejaksaan. Sehingga pihak keluarga dari korban JN telah menilai unit PPA reskrim Polres Enrekang yang mengusut kasus ini sangat lamban dan perlu dipertanyakan.

“ini kasus ditangani sudah berminggu minggu, pelakunya ada penangguhan penahanan jadi penanganan oleh kepolisian kasus ini terkesan digiring untuk damai dan jelas kami tolak,” kata Fauzy mewakili keluarga siswi JN.

Dari bocoran info, perbuatan guru bimbingan dan Konseling berinisial M ini perbuatannya, secara sengaja tangan aktif meraba tubuh korban JN yang sedang dalam tertekan karena takut.

Dikonfirmasi pada Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Abd.Halim,SH atas keluhan pihak keluarga mengatakan, kalo ada keluarga dari pihak korban JN yang mempertanyakan itu dari keluarga yang mana. Pada hari ini penyidik (27/01/24) masih meminta keterangan tambahan dari pihak keluarga korban JN.

Sebab kasus ini sedang dalam proses penyelidikan sampai hari ini masih berjalan dan kasus ini sudah gelar perkara di Polda Sulsel. Nanti penyidik rencana akan menggelar ulang, hanya saat ini untuk proses gelar kedua segera dilakukan.

“Penyelidikan terus menggali sejumlah keterangan dengan memanggil saksi saksi dan keterangan di TKP saat perbuatan guru BK Mahmud terhadap Siswi JN yang masih dibawah umur. Ini masih berproses dan mau digelar perkara tahap kedua,”jelasnya.

Terkait kebenaran info yang dilakukan M atas dugaan kasus ini AKP. Abd.Halim,SH
mengakui sesuai keterangan pelaku meraba tubuh siswi JN dan tidak sampai melakukan persetubuhan.

“Ya pegang pegang tubuh korban, tapi tak sampai bersetubuh, dan kasusnya sementara terus berproses,”jelas AKP. Abd.Halim,SH.(mas)

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video