Kajati Sulsel Leonard E.E Simanjuntak Dan Jajaran Ikuti Ekspose 2 Perkara Pengajuan Restoratif Justice 
Nasional

Kajati Sulsel Leonard E.E Simanjuntak Dan Jajaran Ikuti Ekspose 2 Perkara Pengajuan Restoratif Justice 

inetnews.co.id, Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak,SH. MH mengikuti ekspose dua perkara untuk pengajuan restoratif justice perkara penganiayaan yang ditangani Kejari Pangkep dan perkara perbuatan tidak menyenangkan dari Kejari Maros.

Acara ekspose bertempat di Ruang Rapat Pimpinan lantai 2 Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan pada Selasa (30/01/2024)

Ekspose dua Perkara tersebut untuk Penghentian Penuntutan dilakukan virtual dihadiri Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda Nanang Ibrahim Sholeh, S.H., M.H, Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H.M.H., Wakil Kajati Sulsel Zet Tadung Allo, S.H,M.H.

Pula Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sulsel Zuhandi, S.H.,M.H., Koordinator, Para Kasi dan Jaksa Fungsional Pada Bidang Tindak Pidana Umum Kejati Sulsel, Kajari Pangkep dan Kajari Maros.

Dijelaskan Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan, Kejati SulSel Soetarmi SH.MH, Perkara Tindak Pidana yang dimohonkan Restorative Justice (RJ), diantaranya Kejaksaan Negeri Pangkep mengajukan satu Perkara untuk dimohonkan Restorative Justice (RJ).

Dalam Perkara tersebut Tindak Pidana Penganiayaan melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP,  yang dilakukan oleh Tersangka Haruna Dg Sarro Alias Dg Sarro Bin H. Siga (72 tahun)  terhadap korban atas nama H. Haseng (68 tahun).

Adapun alasan permohonan RJ oleh pihak Kejaksaan Negeri Pangkep karena Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dan bukan residivis, yang disangkakan pada tersangka dengan ancaman pidana penjara di bawah 5 5 tahun.

“Tersangka Haruna Dg Sarro Alias Dg Sarro Bin H. Siga (72 tahun) kondisinya sudah pulih dan sembuh Ketika dilakukan proses RJ, dan telah ada perdamaian antara terdakwa dengan Korban H. Haseng (68 tahun),”ujar kasi Humas Kejati Sulsel Soetarmi,SH.MH (30/01/24).

Selanjutnya dari Kejaksaan Negeri Maros mengajukan satu Perkara untuk dimohonkan Restorative Justice (RJ) yaitu Perkara Tindak Pidana Perbuatan Tidak Menyenangkan yang Melanggar Pasal 335 ayat (1) KUHP.

Dijelaskan Soetarmi,SH.MH, perbuatan tersebut dilakukan oleh Tersangka S Dg. Nai Bin Nappa (49 tahun) terhadap korban yang Bernama Abd Asiz Rahim Bin Rauf.

Alasan permohonan RJ oleh pihak Kejaksaan Negeri Maros karena Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana yang disangkakan terhadap tersangka S Dg. Nai Bin Nappa diancam pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) Tahun.

“Sementara Saksi Korban Abd Asiz Rahim Bin Rauf telah memaafkan perbuatan tersangka dan telah ada perdamaian kedua belah pihak,”ucap Kasi Humas Soetarmi,SH.MH.

Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak berpesan bahwa keadilan restoratif merupakan penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil.

“dalam keadilan restoratif merupakan penyelesaian perkara atas kesepahaman segnap pihak dari korban/pelaku dan pihak terkait dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan,”jelas Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer.(mas)

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video